Sabtu, 02 Juni 2012

Oknum Polisi Aniaya Rekan

Memalukan!!!!!

itulah ungkapan yang pantas untuk kelakuan seorang oknum Polisi yang telah menganiaya seorang juniornya di Polsek Pulogadung. kejadian tersebut terjadi lantaran Oknum tersebut menggunakan Narkoba dan dilaporkan oleh juniornya yang malu ditengan getol-getolnya aparat menggemborkan pemberantasan Narkoba.

Brigadir Rahmat Leburaya, anggota polisi Unit Patroli Kota (Patko) Polsek Pulogadung mengalami penganiayaan setelah melaporkan seniornya yang menggunakan narkoba.

Diduga, kekerasan didapatkan Rahmat setelah ia membuka aib rekannya sesama anggota polisi yang kerap mengonsumsi narkoba kepada Mabes Polri.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung S Rajab mengatakan, akan meindak tegas anggotanya yang telah melakukan pengaiayaan. Menurut Untung tidak ada seseorang yang kebal dengan hukum.

"Ya kita akan lakukan penindakan, baik dibina atau dipecat," ujar Untung, Sabtu 2 Juni 2012.

Untung berjanji tidak akan membiarkan hal serupa terjadi lagi di kemudian hari. Untuk itu dirinya meminta kepada semua anggotanya agar selalu mematuhi peraturan.

"Itu tidak mungkin kita biarkan, pasti akan kita proses," tegas dia.

Sebelumnya, Rahmat mengaku dirinya mengalami gagal fungsi ginjal setelah mengalami penyiksaan dari seniornya saat pendidikan dan pelatihan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

"Semuanya terjadi karena saya menunjuk anggota-anggota polisi lain yang juga mengonsumsi narkoba," kata Rahmat di ruang Mahoni RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 30 Mei 2012.

Istri Rahmat, Yolanda, menjelaskan penganiayaan bermula saat Rahmat dan rekan-rekan seniornya itu dikirim ke Cikarang menjalani pelatihan karena terbukti positif sebagai pengguna narkoba.

"Saat pendidikan itu, hanya dirinya yang terbukti positif narkoba, karena hanya ia yang menjalani pemeriksaan," katanya.

Menurut dia, para senior suaminya tidak menjalani tes narkoba. Merasa mendapatkan diskriminasi, Rahmat akhirnya menyebutkan beberapa nama rekan lainnya yang juga mengonsumsi narkoba.

Setelah dilakukan tes, anggota polisi yang ditunjuk Rahmat itu juga terbukti positif narkoba. "Karena itulah suami saya langsung dipukuli senior-seniornya," kata Yolanda.

Yolanda mengungkapkan penganiayaan tersebut diterima Rahmat selama tiga hari berturut-turut pada minggu lalu. Selama tiga hari Rahmat dipukuli di bagian paha, kaki dengan menggunakan kayu. "Mereka juga menendang perutnya dengan sepatu laras, dan memukuli di bagian tubuh lain," ucap dia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar