Sabtu, 26 Mei 2012

Bencana Landa Indonesia Timur Bulan Juni 2012

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRyBqDMgVjtBiuvUZDgYDkC_oc0XCi3YSobT4xLLWx-8dT-FiGR_g

Bencana Landa Indonesia Timur Bulan Juni 2012 layaknya perlu diwaspadai mengingat prediksi BMKG hujan deras disertai angin akan dimulai pada bulan juni 2012. Bencana Landa Indonesia Timur Bulan Juni 2012sangat mengkkhawatirkan mengingat kondisi geografis yang labil dan intensitas curah hujan yang tinggi bisa menybabkan banjir dan tanah longsor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Ambon mencatat intensitas hujan di Ambon, Maluku pada Sabtu malam hingga Minggu (27/5/2012) dinihari memang sangat tinggi. Namun, intensitas hujan ini belum mencapai puncaknya.  Bulan depan, Juni 2012, intensitas hujan diperkirakan bisa lebih tinggi.
Bulan Juni akan menjadi puncak musim hujan di Ambon. Sedangkan musim hujan diperkirakan sampai September.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandara Pattimura, Ambon, Erasmus Kayadu, mengatakan, intensitas hujan yang terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari itu mencapai 198 milimeter per hari. Intensitas hujan ini jauh di atas intensitas hujan saat kondisi normal yang hanya 50 milimeter per hari.

Hujan yang deras itu menjadi pemicu banjir yang sempat merendam sejumlah pemukiman warga di Sirimau dan longsor di tiga titik, yaitu kawasan Batu Gantung, Belakang Soya, dan Tuni.
Longsor menyebabkan enam orang meninggal dan dua lainnya masih dicari karena masih tertimbun longsor setinggi tiga meter.

Erasmus mengingatkan, intensitas hujan sangat tinggi yang terjadi itu bukan terakhir kalinya. Bulan Juni 2012, BMKG memperkirakan intensitas hujan akan lebih tinggi atau bisa mencapai 400 milimeter per hari.
"Bulan Juni akan menjadi puncak musim hujan sedangkan musim hujan sendiri diperkirakan sampai September atau sama seperti tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.

Dia melanjutkan, musim hujan di Ambon kali ini diperkirakan lebih ekstrem akibat anomali cuaca yang terjadi. "Musim hujan kali ini bisa lebih ekstrim akibat La Nina ringan," katanya.

Selain intensitas hujan yang tinggi, selama musim penghujan atau disebut juga musim timur ini, kondisi gelombang laut di perairan Maluku pun diperkirakan akan ekstrim. "Jadi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir harus waspada. Begitu pula pelayaran antar pulau dan nelayan harus mewaspadai kondisi gelombang laut yang ekstrim ini selama musim timur berlangsung," jelasnya. 
Hendaknya kita sebagai manusia bisa bersatu dengan alam sehingga murka TUHAN tidak akan terjadi 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar